Sejarah Almamater

Perjalanan panjang karya pendidikan Vincentius di Jakarta — dari Dana Bantuan Santo Vincentius a Paulo pada tahun 1855 hingga Kampus Ursulin Santo Vincentius yang kita kenal saat ini.

Catatan: Halaman ini disusun berdasarkan riset dari situs resmi Perhimpunan Vincentius, Ursulin Indonesia, Kampus Santo Vincentius, dan Data Referensi Kemendikdasmen. Bagian bertanda perlu dokumentasi merupakan periode yang masih memerlukan konfirmasi dari para alumni dan sumber arsip.
1855

Dana Bantuan Santo Vincentius a Paulo

Dana Bantuan Santo Vincentius a Paulo didirikan di Batavia untuk membantu anak-anak yang membutuhkan pertolongan. Awalnya pelayanan dilakukan dalam bentuk home-care karena organisasi belum memiliki rumah sendiri.

Tahun lahirnya karya sosial Vincentius di Batavia — bukan tahun berdirinya sekolah.

1862

Rumah Pertama di Bazaar Baroe

Perhimpunan memperoleh rumah sewa di Bazaar Baroe (kini Pasar Baru) untuk menampung sekitar 25 anak perempuan. Pada 1864, karena masalah biaya, rumah tersebut tidak dapat disewa lagi.

1864

Suster Ursulin Mulai Terlibat

Anak-anak perempuan ditampung oleh Suster Ursulin di Biara Ursulin. Sejak saat ini, hubungan antara karya Vincentius dan komunitas Ursulin menjadi sangat penting dan berlangsung hingga kini.

1893

Rumah Anak Laki-laki di Kwini

Diperoleh rumah di Gang Kurni (kini Jalan Kwini) untuk menampung 29 anak laki-laki, diasuh oleh para Pastor Jesuit. Terlihat dua jalur pelayanan: anak perempuan di Ursulin, anak laki-laki di Jesuit.

1910

Kompleks Vincentius Kramat Raya

Tonggak besar: Perhimpunan memperoleh tanah dan rumah di Jl. Kramat Raya No. 134. Anak-anak dari rumah sebelumnya ditempatkan di kompleks baru ini. Suster Ursulin yang telah membantu selama puluhan tahun ikut pindah.

1929

Pelayanan Beralih ke Fransiskan

Tugas pendidikan anak laki-laki yang sebelumnya ditangani Pastor Jesuit dialihkan kepada para Pastor Fransiskan (OFM). Karya Vincentius melibatkan beberapa komunitas religius: Ursulin, Jesuit, Fransiskan, dan kemudian Bruder Budi Mulia.

1938

Kompleks Vincentius Puteri di Bidaracina

Kompleks baru dibangun di Jl. Otto Iskandardinata No. 76, Bidaracina. Peletakan batu pertama dilakukan pada 9 Februari 1938 oleh Mgr. Willekens. Pada 20 Oktober 1938, bangunan ditempati oleh 13 Suster Ursulin bersama sekitar 300 anak perempuan. Kompleks diresmikan pada 24 Oktober 1938.

Kompleks ini menjadi tempat berlangsungnya pelayanan pengasuhan dan pendidikan anak-anak perempuan jauh sebelum SMP Santo Vincentius berdiri pada 1955.

1942–45

Masa Pendudukan Jepang

Salah satu periode paling berat. Pimpinan panti — Pastor, Bruder, dan Suster Belanda — masuk kamp tahanan. Bangunan panti digunakan tentara Jepang sebagai markas. Anak-anak asuh dievakuasi ke Biara Ursulin dan diasuh oleh para Suster Ursulin yang bertahan.

1946

Sekolah St. Antonius

Dibangun Sekolah St. Antonius dengan memanfaatkan garasi mobil Jepang di tanah kompleks panti. Ini merupakan sekolah terpisah — bukan SMP Santo Vincentius yang berdiri pada 1955.

1955

SMP Santo Vincentius Berdiri

Ini adalah tahun kelahiran sekolah yang menjadi pusat sejarah alumni kita. SMP Santo Vincentius didirikan untuk anak-anak Panti Asuhan Vincentius Puteri yang kesulitan mendapatkan sekolah lanjutan. Jumlah murid pada tahun pertama mencapai sekitar 400 orang, dengan enam kelas dan sekitar 12 pengajar ditambah para Suster Ursulin.

1 Agustus 1955 — tanggal resmi berdirinya SMP Santo Vincentius.

1960

Terbuka untuk Masyarakat Umum

SMP Santo Vincentius mulai dibuka untuk masyarakat umum, namun masih khusus untuk siswa perempuan. Fungsi sekolah berkembang dari bagian pelayanan panti menjadi institusi pendidikan yang juga melayani masyarakat luas.

1970perlu dokumentasi

Perkembangan Prestasi

Sekolah semakin menunjukkan prestasi baik di bidang akademik maupun non-akademik. Detail prestasi spesifik periode ini masih perlu didokumentasi lebih lanjut dari para alumni.

1980

Pertama Kali Menerima Siswa Putra

Milestone penting: SMP Santo Vincentius untuk pertama kalinya menerima siswa putra. Jumlah awalnya hanya 5 orang. Dari lima siswa tersebut, jumlah siswa putra terus bertambah hingga sekolah berkembang menjadi sekolah campuran.

Kampus Ursulin Santo Vincentius

Kompleks pendidikan di Jl. Otista 76 kini mencakup KB-TK, SD, dan SMP di bawah Yayasan Adi Bhakti. SMP Santo Vincentius (NPSN 20107153) terakreditasi A dan merupakan bagian dari jaringan Kampus Ursulin Indonesia.

Garis Sejarah

1855 — Lahir karya sosial Vincentius di Batavia
1864 — Suster Ursulin mulai terlibat dalam pelayanan anak-anak Vincentius
1910 — Berkembang menjadi kompleks Vincentius di Kramat
1938 — Vincentius Puteri pindah ke kompleks baru di Bidaracina/Otista
1955 — SMP Santo Vincentius berdiri
1960-an — Membuka diri kepada masyarakat umum
±1980 — Mulai menerima siswa putra
Hari ini — Kampus Ursulin Santo Vincentius: KB-TK, SD, SMP
2026 — SMP Santo Vincentius memasuki 71 tahun perjalanan

Sejarah yang Belum Tertulis

Tidak semua cerita tentang Santo Vincentius tersimpan dalam arsip resmi. Sebagian hidup dalam ingatan para suster, guru, orang tua, dan alumni.

Apakah Anda ingat nama guru atau suster yang pernah membimbing Anda?

Punya cerita tentang gedung, kelas, kegiatan, atau angkatan Anda?

Punya foto lama dari masa sekolah?

Ingat peristiwa atau tradisi khusus dari angkatan Anda?

Sumber